HIBURAN NYADRAN DIDESA CENING

 

CeningJum’at, 21 April 2018 lalu, Dusun Kaliereng Desa Cening Kecamatan Singorojo Kabupaten Kendal sedang menggelar upacara adat ritual Mundi Luhur Makam Ki Ageng Wironolo Petir (Sadranan). Kegiatan ini sudah menjadi tradisi warga Dusun Kaliereng Desa Cening setiap tahunnya lebih tepatnya dibulan Sya’ban hari Jum’at Kliwon. Semua warga didusun tersebut memperingatinya dengan cara  Selametan di Makam Ki Ageng Wironolo Petir dengan membawa tenong berisi nasi, daging ayam/ikan, dan  aneka sayuran yang telah dimasak matang. Tradisi ini sebenarnya sangat bersahaja, yakni ziarah kubur ke Makam Leluhur di desa tersebut dan sejak nenek moyang belum mengenal Islam, secara turun temurun tradisi “nyadran” menjadi sebagian kecil ritus kehidupan orang Jawa.

Biasanya, warga Desa Cening menggelar upacara adat tersebut dengan beraneka ragam cara seperti, mengadakan kesenian budaya untuk hiburan semata kepada masyarakat serta bentuk rasa syukur terhadap Allah Swt.

Kali ini, Dusun Kaliereng Desa Cening mengadakan hiburan kesenian Jawa yaitu “Tari Tayub” atau Tarian dari Jawa Tengah yang mengandung unsur keindahan dan keserasian gerak. Tari ini mirip dengan tari Jaipong dari Jawa Barat.Tayub adalah tari pergaulan yang biasa ditarikan oleh penari wanita yang disebut tledhek dan selalu melibatkan penonton pria untuk menari bersama (pengibing).

Kelompok Tari Tayub ini berasal dari daerah Wonosobo,Jawa Tengah. Mereka disewa untuk menghibur masyarakat Desa Cening dalam memperingati Mundi Luhur Makam Ki Ageng Wironolo Petir tersebut. Acara tersebut dilaksanakan dihari Jum’at tersebut dimulai dari Jum’at siang sampai menjelang Sabtu pagi.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan